Kepuasan Anak Muda terhadap Prabowo Turun 13,1 Poin, Gibran Lebih Stabil

JAKARTA, Muda Bicara ID – Tingkat kepuasan generasi muda terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengalami penurunan sepanjang Desember 2025 hingga Oktober 2026. Namun, penurunan kepuasan terhadap Prabowo tercatat jauh lebih besar, yakni 13,1 poin persentase, dibandingkan Gibran yang turun 3,4 poin persentase.
Temuan survei Muda Bicara ID menunjukkan tingkat kepuasan terhadap Prabowo turun dari 67,9 persen pada Desember 2025 menjadi 58,6 persen pada Maret 2026, kemudian mencapai 54,8 persen pada Oktober 2026.
Sementara itu, tingkat kepuasan terhadap Gibran bergerak dari 64 persen pada Desember 2025 menjadi 62 persen pada Maret 2026, sebelum berada di angka 60,6 persen pada Oktober 2026.
Perbedaan tren tersebut membuat posisi tingkat kepuasan terhadap kedua pemimpin berbalik. Pada Desember 2025, Prabowo masih unggul 3,9 poin persentase atas Gibran. Namun, pada Oktober 2026, Gibran justru mencatatkan tingkat kepuasan 5,8 poin persentase lebih tinggi dibandingkan Prabowo.

Penurunan Kepuasan terhadap Presiden Lebih Tajam
Data tersebut memperlihatkan bahwa kepuasan responden terhadap kedua pemimpin sama-sama mengalami penurunan. Meski demikian, perubahan penilaian terhadap Prabowo berlangsung lebih tajam sepanjang periode pengukuran.
Penurunan sebesar 13,1 poin persentase pada Prabowo menunjukkan perubahan yang lebih besar dibandingkan penurunan 3,4 poin persentase pada Gibran. Sementara itu, tingkat kepuasan terhadap Gibran yang relatif lebih stabil tidak berarti penilaian terhadap wakil presiden sepenuhnya terbebas dari penurunan.
Perbedaan ini menjadi salah satu temuan penting dalam membaca dinamika persepsi kelompok muda terhadap kepemimpinan nasional. Namun, angka tersebut belum menjelaskan faktor yang secara langsung menyebabkan perubahan tingkat kepuasan responden.

Perubahan Persepsi Perlu Menjadi Bahan Evaluasi
Founder Muda Bicara ID, Iqbal Khatami, menilai perubahan tingkat kepuasan generasi muda perlu dibaca sebagai bagian dari evaluasi publik terhadap jalannya pemerintahan.
“Penurunan kepuasan ini perlu menjadi perhatian, terutama karena penurunan terhadap Presiden Prabowo terlihat lebih tajam dibandingkan Wakil Presiden Gibran. Angka ini bukan sekadar perbandingan popularitas, tetapi menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik perlu dijaga melalui kinerja dan kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk anak muda,” terang Iqbal.
Menurutnya, pembacaan terhadap hasil survei juga perlu mempertimbangkan konteks yang lebih luas, termasuk kondisi ekonomi, pelaksanaan program pemerintah, dan kemampuan kebijakan publik dalam menjawab kebutuhan generasi muda.
