Survei Muda Bicara ID Ungkap Potret Kepercayaan Anak Muda terhadap Lembaga Negara

Muda Bicara ID, Jakarta — Tingkat kepuasan kelompok muda terhadap lembaga negara menunjukkan gambaran yang beragam. Sejumlah lembaga memperoleh tingkat kepuasan di atas 55%, sementara DPR, DPD, dan MPR mencatat tingkat ketidakpuasan yang lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasannya.
Temuan ini berasal dari Survei Nasional Muda Bicara ID bertajuk Dua Tahun Prabowo-Gibran dalam Pandangan Kelompok Muda, yang melibatkan 800 responden pada 15 September hingga 10 Oktober 2026.

MK dan Kejaksaan Agung Catat Kepuasan di Atas 58%
Berdasarkan survei, Mahkamah Konstitusi (MK) memperoleh tingkat kepuasan sebesar 59,05%. Berikutnya, Kejaksaan Agung mencatat 58,10% dan Komisi Yudisial (KY) sebesar 58,02%.
Ombudsman memperoleh tingkat kepuasan sebesar 57,42%, disusul Mahkamah Agung (MA) sebesar 56,94%, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebesar 56,90%, Komnas HAM sebesar 56,39%, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebesar 55,60%.
Sementara itu, tingkat kepuasan terhadap Bawaslu mencapai 52,62%, TNI sebesar 52,30%, Polri sebesar 51,85%, dan DKPP sebesar 51,54%. KPU mencatat tingkat kepuasan sebesar 50,54%, dengan tingkat ketidakpuasan yang hampir berimbang, yakni 49,46%.
DPR Catat Ketidakpuasan Tertinggi
Di antara lembaga yang disurvei, DPR mencatat tingkat ketidakpuasan sebesar 58,25%, sementara tingkat kepuasannya mencapai 41,75%. DPD juga menunjukkan pola serupa, dengan ketidakpuasan sebesar 54,64% dan kepuasan sebesar 45,36%.
MPR mencatat tingkat ketidakpuasan sebesar 52,30%, sedangkan kepuasannya sebesar 47,70%. Adapun penilaian terhadap partai politik secara umum relatif berimbang, dengan 49,60% responden menyatakan puas dan 50,40% menyatakan tidak puas.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa persepsi kelompok muda terhadap lembaga negara tidak seragam. Namun, angka kepuasan dan ketidakpuasan perlu dibaca sebagai penilaian responden, bukan sebagai pengukuran langsung atas kinerja objektif masing-masing lembaga.
Akuntabilitas Menjadi Tantangan Kepercayaan Publik
Iqbal Khatami, Founder Muda Bicara ID, menilai bahwa hasil survei ini dapat menjadi bahan refleksi bagi lembaga negara untuk memahami bagaimana generasi muda memandang institusi publik.
“Kepercayaan publik tidak cukup dibangun melalui keberadaan formal lembaga negara. Kepercayaan perlu dijaga melalui transparansi, akuntabilitas, dan kemampuan institusi merespons aspirasi masyarakat. Penilaian anak muda ini perlu dibaca sebagai masukan untuk memperbaiki kualitas hubungan antara lembaga negara dan publik,” terang Iqbal.
Menurutnya, survei persepsi publik penting bukan hanya untuk memetakan tingkat kepuasan, tetapi juga untuk membuka ruang evaluasi. Hasilnya dapat menjadi titik awal untuk mengidentifikasi persoalan yang perlu ditelaah lebih lanjut, termasuk keterbukaan informasi, respons terhadap aspirasi masyarakat, dan akuntabilitas dalam pelaksanaan fungsi kelembagaan.
