Muda Bicara ID Petakan 10 Menteri dan Kepala Badan Berkinerja Baik Menurut Anak Muda

JAKARTA, Muda Bicara ID — Survei Nasional Muda Bicara ID mengungkapkan bahwa kelompok muda memiliki sejumlah kriteria utama dalam menilai kinerja menteri dan kepala badan. Kedekatan dengan masyarakat, integritas, serta kompetensi sesuai bidang menjadi aspek yang paling menonjol dalam penilaian mereka terhadap pejabat publik.
Survei yang melibatkan 800 responden kelompok muda pada 15 September hingga 10 Oktober 2026 ini juga memetakan sepuluh menteri dan kepala badan yang dinilai berkinerja baik oleh responden.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menempati posisi pertama dengan persentase 40,2%. Posisi berikutnya ditempati Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, dengan 38,5%, serta Muhaimin Iskandar, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, dengan 30,8%.
Daftar tersebut dilanjutkan oleh Nasarudin Umar sebesar 28,2%, Fadli Zon 21,4%, Bahlil Lahadalia 18,7%, Erick Thohir 16,3%, Abdul Mu’ti 14,6%, Budi Gunadi Sadikin 10,9%, dan Sudaryono 8,5%.
Hasil ini memberikan gambaran mengenai persepsi responden muda terhadap kinerja sejumlah pejabat pemerintah. Namun, persentase tersebut merepresentasikan penilaian berdasarkan indikator survei yang digunakan dan tidak serta-merta menggambarkan keseluruhan kinerja kementerian atau lembaga yang dipimpin masing-masing pejabat.
Kedekatan dengan Rakyat dan Integritas Menjadi Kriteria Utama
Selain memetakan penilaian terhadap pejabat publik, survei ini mengidentifikasi karakteristik kepemimpinan yang diharapkan oleh kelompok muda. Kriteria dengan persentase tertinggi adalah tidak elitis dan dekat dengan kehidupan masyarakat, sebesar 66,8%.
Selanjutnya, kejujuran, integritas, dan bebas dari korupsi memperoleh 62,8%, disusul kompetensi yang sesuai dengan bidang jabatan sebesar 62%. Sementara itu, kepemilikan program yang jelas, realistis, dan berdampak mencapai 59,8%, serta kecepatan merespons masalah atau krisis sebesar 56%.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa ekspektasi kelompok muda terhadap pejabat publik tidak hanya berkaitan dengan hasil kerja, tetapi juga cara pemimpin menjalankan kewenangan dan membangun hubungan dengan masyarakat. Kedekatan sosial, integritas, dan kompetensi menjadi tiga dimensi yang menonjol dalam gambaran kepemimpinan yang mereka harapkan.
Aspek partisipasi dan akuntabilitas juga muncul dalam penilaian responden. Sebanyak 49,5% menempatkan kesediaan mendengarkan aspirasi kelompok muda sebagai kriteria penting, sedangkan 48,5% menyoroti keberanian mengambil keputusan. Rekam jejak kerja yang terbukti memperoleh 45,6%, komunikasi aktif melalui media sosial 45,2%, dan transparansi dalam menyampaikan kinerja, anggaran, serta kebijakan sebesar 42,5%.
Di sisi lain, kemampuan berkolaborasi dengan berbagai pihak memperoleh 38%, keterbukaan terhadap kritik dan masukan masyarakat 35,2%, serta komitmen terhadap pemerataan dan kelompok rentan sebesar 32%. Dorongan terhadap inovasi, teknologi, dan ekonomi digital mencapai 31,8%, sementara pemahaman terhadap persoalan anak muda memperoleh 29%.
Adapun ketegasan dalam menegakkan hukum dan aturan tercatat sebesar 22,2%, sedangkan kategori tidak tahu atau tidak menjawab mencapai 18,2%.
Tantangan Membangun Kepercayaan Generasi Muda
Founder Muda Bicara ID, Iqbal Khatami, menekankan pentingnya menjadikan aspirasi generasi muda sebagai pertimbangan dalam mengevaluasi kepemimpinan publik.
“Bagi anak muda, kinerja pejabat publik tidak cukup dinilai dari popularitas atau besarnya program yang dijalankan. Integritas, kedekatan dengan masyarakat, kompetensi, serta dampak nyata dari kebijakan menjadi aspek penting dalam membangun kepercayaan. Karena itu, pejabat publik perlu memastikan bahwa kebijakan yang dibuat benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk generasi muda,” ujar Iqbal Khatami.
Temuan survei ini dapat menjadi bahan refleksi bagi pemerintah dalam memperkuat komunikasi publik, meningkatkan transparansi, dan memastikan kebijakan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Aspirasi kelompok muda juga menunjukkan pentingnya ruang partisipasi yang memungkinkan mereka menyampaikan pandangan sekaligus memperoleh informasi yang memadai mengenai kinerja pemerintah.
Melalui survei ini, Muda Bicara ID berupaya menghadirkan gambaran mengenai persepsi kelompok muda terhadap kepemimpinan publik sekaligus mendorong diskusi yang lebih substantif mengenai integritas, kompetensi, akuntabilitas, dan dampak kebijakan.
