MB Admin

Overqualified tapi Menganggur: Ketika Pendidikan Tinggi tak Lagi Menjamin Pekerjaan

Oleh: Gracia Virjini Juniarti Porayouw (Mahasiswa Magister Psikologi Universitas Airlangga) Bukankah pendidikan tinggi selama ini diyakini sebagai jalan menuju pekerjaan yang lebih baik? Lalu mengapa semakin banyak lulusan sarjana justru gagal memasuki dunia kerja karena dianggap terlalu memenuhi kualifikasi? Selama puluhan tahun narasi yang tertanam di masyarakat Indonesia adalah semakin tinggi pendidikan, maka besar pula…

Read More

Lembaga Politik Melemah, CSIS Sebut Masyarakat Sipil Jadi Benteng Terakhir Demokrasi

JAKARTA — Peneliti sekaligus Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes, menegaskan bahwa peta ancaman terhadap demokrasi telah bergeser secara signifikan dalam satu dekade terakhir. Menurutnya, ancaman utama demokrasi hari ini tidak lagi datang dari aksi kudeta militer, melainkan tumbuh dari dalam sistem melalui praktik autokrasi dan…

Read More

BAKOM RI: Kritik Publik adalah Bagian Normal dari Dinamika Demokrasi

JAKARTA — Deputi Bidang Strategi dan Sistem Komunikasi Badan Komunikasi Pemerintah (BAKOM RI), Fahd Pahdepie, menegaskan bahwa kritik publik khususnya suara kelompok muda terhadap pemerintah merupakan bagian normal yang seharusnya terjadi dalam dinamika demokrasi. Fahd menilai, selama penyampaian kritik tidak melanggar aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku, koreksi dari masyarakat sipil maupun aktivis justru menjadi…

Read More

Iqbal Khatami: 74,5% Anak Muda Takut Bersuara akibat Kriminalisasi dan Tekanan Ekonomi

JAKARTA — Di tengah menguatnya dorongan agar generasi muda terlibat aktif dalam pembangunan bangsa, sebuah temuan memperlihatkan realitas yang kontras. Mayoritas anak muda Indonesia saat ini dihinggapi ketakutan untuk bersuara dan mengawal kebijakan publik akibat ancaman kriminalisasi hingga ketidakpastian ekonomi. Founder sekaligus pegiat Muda Bicara ID, M. Iqbal Khatami, mengungkapkan bahwa terjadi paradoks besar dalam…

Read More

Titi Anggraini: Negara Wajib Jamin Ruang Aman Pemuda untuk Bersuara

JAKARTA — Pengajar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) sekaligus Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, menegaskan bahwa ketersediaan ruang aman bagi pemuda untuk menyuarakan pendapat merupakan prasyarat mutlak dalam sistem demokrasi, bukan sebuah kemewahan. Menurutnya, partisipasi politik anak muda tidak boleh berhenti hanya sampai di bilik suara pemilu,…

Read More

Edward Pahlevi: Demokrasi Bukan Cuma Ritual Pemilu Lima Tahunan

JAKARTA — Platform Muda Bicara ID resmi meluncurkan program “Muda Bicara Kebijakan 20×26” melalui diskusi daring bertajuk “Reimajinasi Demokrasi: Kolaborasi Orang Muda untuk Kebijakan Masa Depan” pada Sabtu (1/8/2026). Dalam agenda tersebut, Founder Muda Bicara ID, Moch Edward Trias Pahlevi, menegaskan pentingnya keterlibatan aktif generasi muda agar tidak terjebak menjadikan demokrasi sekadar ritual politik lima…

Read More

Muda Bicara ID Gelar “Muda Bicara Kebijakan 2026” untuk Perkuat Ruang Sipil Pemuda

JAKARTA — Menyikapi fenomena menyempitnya ruang sipil dalam mengawal kebijakan dan maraknya ancaman represi bagi kelompok muda yang kritis, platform Muda Bicara ID secara resmi meluncurkan program nasional “Muda Bicara Kebijakan 2026”. Mengusung tema “Reimajinasi Demokrasi: Kolaborasi Orang Muda untuk Kebijakan Masa Depan”, forum ini hadir sebagai respons strategis atas potret buram pengabaian suara pemuda…

Read More

Hilirisasi Nikel dan Besi untuk Energi Indonesia

Oleh: Fathan Bahfie (PR Teknologi Mineral Badan Riset dan Inovasi Nasional Indonesia) Di tengah persaingan global yang semakin ditentukan oleh penguasaan teknologi dan rantai pasok industri hijau, hilirisasi nikel dan besi tidak lagi dapat dipandang sekadar sebagai kebijakan peningkatan nilai tambah komoditas tambang. Hilirisasi telah berkembang menjadi instrumen strategis untuk memperkuat industrialisasi nasional, memperluas basis…

Read More

Ketika Manusia Didefinisikan oleh Apa yang Dikonsumsinya

Oleh:  Sulaiman Umar Qush (Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia) Pernahkah kita mempertanyakan mengapa seseorang rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli barang dengan merek tertentu, padahal terdapat barang lain dengan fungsi serupa yang harganya jauh lebih murah? Mengapa seseorang merasa perlu memiliki telepon genggam keluaran terbaru, mengenakan pakaian dari merek tertentu, atau mengunjungi tempat-tempat yang sedang…

Read More

Ketika Algoritma Masuk ke Ruang Keputusan Publik

Oleh: Bagus Gede Ari Rama, S.H., M.H Beberapa waktu terakhir saya mulai menyadari satu perubahan yang berlangsung begitu pelan hingga sering luput dari perhatian. Ketika mengurus berbagai layanan publik, kita semakin jarang berhadapan dengan petugas di balik loket dan semakin sering berinteraksi dengan sistem digital yang bekerja secara otomatis. Awalnya saya menganggap perubahan itu sekadar…

Read More