Peace Political Agent dibekali Strategi Konter Narasi Potensi Polarisasi di Pilkada

Yogyakarta — Komite Independen Sadar Pemilu (KISP) menyelenggarakan Lokakarya Muda Bicara Academia: Peace Political Agent. Agenda yang bertujuan membekali agen-agen politik damai yang dihimpun KISP agar memiliki keahlian dalam membangun narasi perdamaian di lingkungan sekitar, khususnya dalam konteks PIlkada 2024 mendatang.

Agenda yang merupakan hasil kolaborasi bersama Indika Foundation dan Muda Bicara ID ini diselenggarakan secara daring pada Minggu (26/5).

Koordinator Umum KISP Moch Edward Trias Pahlevi mengungkapkan keprihatinannya terhadap persoalan unik terkait konflik pemilihan yang telah mengakibatkan korban jiwa yang tak terhitung di Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Pelajar dan mahasiswa seringkali menjadi korban sekaligus pelaku dalam konflik tersebut, biasanya berawal dari konvoi kampanye. Perlu adanya tindakan konkret untuk mengatasi masalah tersebut,” terang Edward.

Narasumber dalam kegiatan ini, Irfan Amali yang merupakan Founder Peace Generation dan Mudir Peacesantren Welas Asih, menerangkan dimensi baru dalam permasalahan tersebut. Dia menyoroti akar dari konflik kekerasan selama pemilihan, yaitu polarisasi yang semakin memanas.

“Pendidikan politik menjadi kunci untuk meredam polarisasi. Kurangnya literasi digital juga dapat menjadi sumber polarisasi, khususnya di kalangan generasi yang bukan merupakan digital native,” tutur Irfan.

Irfan juga menyoroti bagaimana konflik politik seringkali menjadi ekspresi dari kurangnya pemahaman terhadap literasi dan dampak dari kurangnya narasi-narasi alternatif.

“Penting memahami dan menghadirkan narasi-narasi yang beragam, termasuk politik, sejarah, psikologis-sosial, instrumental, dan teologis, untuk menghadapi polarisasi dan potensi kekerasan.

Lokakarya ini diharapkan dapat menciptakan agen perdamaian yang mampu menghadirkan narasi-narasi alternatif yang dapat meredam polarisasi politik dan mengurangi potensi konflik dan kekerasan selama pemilihan. Dengan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya pendidikan politik dan narasi-narasi yang inklusif, diharapkan partisipan dapat menjadi agen perdamaian yang efektif dalam mengatasi tantangan-tantangan politik di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *