Iqbal Khatami Paparkan Survei Muda Bicara ID dalam Ngopi Bareng Courtizen Jilid 5

Jakarta — Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi lembaga negara dengan tingkat kepuasan tertinggi di kalangan anak muda berdasarkan Survei Nasional Muda Bicara ID. Temuan tersebut disampaikan dalam kegiatan Open House dan Ngopi Bareng Courtizen Jilid 5 bertema “Pemuda Berdampak, Hadir Bermakna!” yang diselenggarakan pada Rabu (28/10) di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Biro Humas dan Protokol MK, Pan Mohamad Faiz Kusuma Wijaya, memperkenalkan kewenangan MK, mulai dari pengujian undang-undang terhadap UUD NRI Tahun 1945 hingga penyelesaian perselisihan hasil pemilihan umum. Faiz juga menyoroti meningkatnya keterlibatan generasi muda dalam mengajukan permohonan ke MK sebagai indikasi berkembangnya pemahaman mengenai hak konstitusional.

“Generasi sekarang sudah mulai mengerti akan hak-hak konstitusional mereka,” ujar Faiz, sebagaimana disampaikan dalam dialog tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Founder Muda Bicara ID, M. Iqbal Khatami, menyoroti hasil survei yang menunjukkan bahwa MK memperoleh tingkat kepuasan sebesar 59,05 persen, tertinggi di antara lembaga negara yang diukur dalam survei tersebut.

Menurut Iqbal, penilaian anak muda terhadap lembaga negara bersifat dinamis dan dapat berubah seiring perkembangan situasi politik. Namun, hasil pendalaman melalui wawancara terhadap sejumlah responden menunjukkan adanya pandangan menarik mengenai posisi MK dalam sistem ketatanegaraan.

Founder Muda Bicara ID Iqbal Khatami bersama Kabiro Humas & Protokol MK RI Pan M. Faiz dan Kabag Humas MK RI Andi Hakim

“Tapi menariknya, banyak anak muda yang menganggap MK ini sebagai lembaga pengimbang kekuasaan,” ungkap Iqbal.

Ia menjelaskan bahwa sejumlah mahasiswa yang diwawancarai juga menilai berbagai putusan MK memberikan dampak positif bagi kehidupan mereka. Temuan tersebut memperlihatkan pentingnya melihat kepuasan publik tidak hanya sebagai angka, tetapi juga melalui persepsi dan pengalaman masyarakat dalam memahami peran lembaga negara.

Bagi Muda Bicara ID, hasil ini menjadi pintu masuk untuk mendiskusikan hubungan antara MK dan generasi muda, terutama dalam hal perlindungan hak konstitusional, keseimbangan kekuasaan, dan partisipasi dalam kehidupan demokrasi.

Keterlibatan anak muda dalam memahami dan memperjuangkan hak konstitusional menjadi penting agar generasi muda tidak hanya menjadi objek kebijakan, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam mengawal penyelenggaraan negara. Ke depan, dialog antara MK dan komunitas anak muda diharapkan dapat memperluas literasi konstitusi sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih bermakna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *