Gen Z Dicekik Pajak? [Analisis Percakapan X tentang PPN12]

Generasi Z, yang saat ini sedang memasuki dunia kerja, menghadapi tantangan yang lebih berat daripada yang mungkin terlihat. Dua isu utama yang mereka hadapi adalah stigma negatif di dunia kerja dan dampak ekonomi dari kebijakan kenaikan PPN 12% yang diterapkan pemerintah.

1. Stigma Negatif di Dunia Kerja
Sebagai generasi yang dikenal lebih terbuka dan kritis, Gen Z sering kali dibebani dengan stereotip yang merugikan di tempat kerja. Banyak perusahaan yang masih menganggap mereka kurang berpengalaman, sulit untuk beradaptasi, atau lebih memilih bekerja dengan cara yang fleksibel. Akibatnya, hampir 1 dari 6 perusahaan enggan merekrut Gen Z, meskipun mereka memiliki potensi besar untuk berkontribusi. Stigmatisasi ini menciptakan ketidaksetaraan dalam kesempatan kerja, yang semakin memperburuk situasi mereka.

2. Dampak Ekonomi dari Kenaikan PPN 12%
Selain stigma di dunia kerja, Gen Z juga harus menghadapi dampak langsung dari kebijakan ekonomi, khususnya kenaikan PPN 12%. Berdasarkan kajian terbaru, kenaikan pajak ini menambah beban pengeluaran sekitar Rp1,75 juta per tahun bagi setiap individu di kelompok Gen Z. Sebagai generasi yang baru mulai berkarir dan membangun kestabilan finansial, beban tambahan ini semakin membebani mereka, terutama karena banyak dari mereka belum memiliki penghasilan yang memadai atau stabil.

3. Respons Warganet dan Penolakan Terhadap Kebijakan
Dari analisis percakapan di media sosial, terlihat bahwa 92% warganet menolak kebijakan kenaikan PPN ini. Gen Z, yang lebih aktif di platform digital, menjadi kelompok paling vokal dalam menentang kebijakan tersebut. Mereka menyuarakan ketidakpuasan mereka, dengan banyak dari mereka merasa bahwa kebijakan ini semakin memberatkan kehidupan ekonomi mereka.

4. Tantangan Bagi Masa Depan Bonus Demografi
Salah satu isu besar yang muncul dari kajian ini adalah apakah kondisi ini akan berujung pada perubahan status bonus demografi yang seharusnya menjadi keuntungan bagi negara. Dalam teori demografi, bonus demografi merujuk pada jumlah penduduk usia produktif yang lebih besar daripada usia non-produktif, yang seharusnya menjadi kekuatan ekonomi.

___________________________________

Muda Bicara ID merilis Kajian Analisis Percakapan di X tentang Kebijakan Kenaikan PPN menjadi 12%. Kajian selengkapnya, dapat diunduh melalui link berikut:

Tim penyusun:

  • Muhammad Iqbal Khatami, S.IKom, MA., Azka Abdi Amrurobbi, S.IP, MA., Moch Edward Trias Pahlevi, S.IP., M.IP

Narahubung: +6281227252121

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *