Rilis Survei Nasional Kuartal 2 Muda Bicara ID—Mayoritas Anak Muda Nilai Pemerintah Prabowo-Gibran Kurang Responsif dan Minim Keterbukaan

Jakarta — Muda Bicara ID—sebuah platform yang bergerak dalam edukasi kebijakan, riset, dan pengembangan kelompok muda baru saja merilis hasil Survei Nasional bertajuk “Pandangan Generasi Muda terhadap Perkembangan Kebijakan Pemerintah Presiden Prabowo Q2 2025.” Survei yang melibatkan 400 responden muda berusia 17-35 tahun di seluruh Indonesia ini mengungkap tingkat kepuasan yang beragam atas kinerja pemerintahan, serta mengidentifikasi isu-isu utama yang menjadi perhatian generasi muda.

Temuan Kunci:

  • Kepuasan Terhadap Pemerintah
    • Mayoritas anak muda cukup puas terhadap kinerja Presiden Prabowo (39,6% puas), namun lebih dari separuh sangat tidak puas pada Wakil Presiden Gibran (51,5%).
    • Adapun kepuasan pada pemerintahan Prabowo Gibran secara umum, sebanyak 63,6% kelompok muda meerasa tidak puas. Ketidakpuasan didorong oleh kebijakan yang dianggap tidak relevan, tidak transparan, serta minim partisipasi publik.
  • Menteri dan Gubernur Favorit
    • Abdul Muti (Mendikdasmen) dinilai sebagai menteri berprestasi, sedangkan Fadli Zon (Menteri Kebudayaan) dinilai memiliki kinerja terburuk
    • Adapun Gubernur Jakarta Pramono Anung dinilai memiliki kinerja paling baik, sedangkan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dinilai memiliki kinerja buruk
  • Isu Prioritas: Anak muda sangat memperhatikan isu lapangan kerja, korupsi, pendidikan, dan kesehatan mental. RUU Ketenagakerjaan dan revisi UU ITE serta Pemilu menjadi prioritas mendesak.
  • Kebijakan Strategis: Mayoritas menolak revisi UU TNI karena dinilai mengancam demokrasi, serta menunjukkan kekhawatiran atas revisi KUHAP yang dianggap belum transparan. Program Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat juga menuai pro-kontra di kalangan generasi muda. Seperti MBG misalnya, dikritik karena banyaknya kasus keracunan, dan Sekolah Rakyat dikritik oleh generasi muda karena dinilai tidak tepat jika diurus oleh Kementerian Sosial
  • Lapangan Kerja: Terdapat pesimisme tinggi terkait realisasi janji penciptaan jutaan lapangan kerja, dengan 79,4% responden tidak yakin janji tersebut bisa terwujud. Mismatch keterampilan—kebutuhan industri serta persyaratan kerja yang dianggap tidak rasional menjadi perhatian utama.
  • Partisipasi Politik: Anak muda aktif di media sosial untuk isu politik, namun 61,9% menyatakan takut berpartisipasi langsung akibat potensi intimidasi dan tekanan sosial. Sebanyak 73,1% menilai pemerintah belum mampu menerima kritik publik secara baik.
  • Rekomendasi: Pemerintah didorong untuk lebih responsif terhadap aspirasi dan kebutuhan generasi muda, memperluas ruang partisipasi, serta memberikan perlindungan terhadap kebebasan berekspresi.

Laporan survei ini diharapkan menjadi masukan objektif bagi pengambil kebijakan, media, dan publik dalam agenda perbaikan tata kelola pemerintahan dan penguatan partisipasi generasi muda dalam proses demokrasi.


Untuk keterangan lebih lanjut dan permintaan wawancara, silakan hubungi:

Muhammad Iqbal Khatami, S.IKom, MA (Founder, Pimred Muda Bicara ID)

+62 81227252121

Moch Edward Trias Pahlevi, S.IP., M.IP (Founder Muda Bicara ID)
+62 896-3801-3504


Unduh laporan selengkapnya di:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *