Muda Bicara Kandidat Menjawab: Pertemukan Para Bacalon Walikota dan Wakil Walikota Jogja Adu Gagasan Ekonomi Kreatif dan Pengentasan ‘Klitih’

Yogyakarta – Dalam rangka menyongsong Pilkada 2024 dan dialog gagasan kandidat di Kota Yogyakarta, Komite Independen Sadar Pemilu (KISP) bersama Muda Bicara ID selenggarakan agenda Muda Bicara Kandidat Menjawab.
Agenda yang diselenggarakan pada Sabtu (14/9) di Tarumartani Coffee Kota Yogyakarta ini mengundang ketiga bakal pasangan calon kandidat Walikota dan Wakil Walikota Kota Yogyakarta, yakni: Pasangan Muhammad Afnan Hadikusumo dan Singgih Raharjo, Heroe Poerwadi dan Sri Widya Supena, dan Hasto Wardoyo dan Wawan Harmawan.
Dialog ini berfokus pada dua mosi isu utama yakni; 1) Gagasan tentang ekonomi kreatif dan penyediaan lapangan kerja bagi generasi muda Kota Yogyakarta; dan 2) Menyikapi Permasalahan kenakalan berujung kekerasan di kalangan generasi muda di Kota Yogyakarta.
Koordinator Umum KISP, Moch Edward Trias Pahlevi menuturkan bahwa pemilihan dua opsi tema tersebut merujuk pada hasil survei yang dilakukan oleh KISP di 14 kecamatan se-Kota Yogyakarta pada pemilu serentak 2024 dengan 1.200 responden berusia 17-37 tahun. “Hasil survei menunjukkan bahwa salah dua isu tersebut menjadi perhatian warga kota Yogyakarta,” tutur Edward.
Dialog yang melibatkan puluhan komunitas dan organisasi kepemudaan di Kota Yogyakarta ini bertujuan untuk menjembatani aspirasi generasi muda dengan para calon pemimpin kota Jogja.
Edward menambahkan bahwa keterlibatan komunitas dan organisasi kepemudaan dalam dialog ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi politik anak muda serta memberikan ruang bagi mereka untuk menyuarakan kebutuhan dan harapan terhadap kebijakan yang akan diambil oleh para calon pemimpin.
“Dialog ini bukan hanya sekadar ajang tanya jawab, tetapi lebih kepada bagaimana para kandidat dapat memberikan solusi konkret dan inovatif atas permasalahan yang dihadapi oleh generasi muda, terutama terkait ekonomi kreatif dan isu kekerasan yang sering terjadi di kalangan remaja,” jelas Edward.
Edward juga berharap kegiatan ini dapat mendorong masing-masing kandidat untuk berkomitmen atas visi dan misinya nanti untuk di jalankan ketika terpilih. “Sehingga rekam jejak janji-janji mereka dapat terus teringat di masyakarat dan menjadi rekaman dalam menagih janji bagi calon kepala daerah terpilih nantinya”
Selain bertujuan untuk Pendidikan politik, kegiatan ini juga bertujuan untuk mencairkan suasana di pilkada, karena para bakal calon walikota dan wakil walikota dapat bertemu dan berangkulan bersama. “Maka kegiatan ini akan mendorong untuk berkomitmen menjaga pilkada di kota Yogyakarta tetap kondusif,” tutup Edward.
Bakal Paslon Adu Gagasan Ekonomi Kreatif dan Fenomena ‘Klitih’
Dalam sesi dialog yang dimoderatori oleh Muhammad Iqbal Khatami ini, masing-masing bakal calon yang hadir diberi kesempatan untuk menyampaikan gagasannya terkait dua mosi isu yang diangkat dalam agenda ini.
Pada dialog ini, dua dari tiga bakal pasang calon hadir, yakni; pasangan M. Afnan Hadikusumo dan Singgih Raharjo, dan Bakal Calon Wakil Walikota Sri Widya Supena.
Supena, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa ekonomi kreatif harus menghubungkan dan mensinergikan seluruh elemen. “Pelaku bisnis harus nyambung, dengan komunitas, pemerintah, dan media sebagai agregator,” jelas Supena.
Sementara itu, berkaitan dengan fenomena kenakalanan remaja, Supena menyampaikan bahwa pemuda perlu disibukkan dengan kegiatan positif antar kalurahan atau kampung. “Juga bisa dengan pertunjukkan musik agar pemuda memiliki kegiatan. Selain itu, seperti di Pasty misalnya ada acara MMA (seni bela diri campuran) untuk mewadahi ekspresi bertarung,” terang Supena.
Sedangkan, Bakal Calon Walikota Afnan menyampaikan, Ia dengan pasangannya Singgih Raharjo akan menyiapkan anggaran subsidi seratus juta pertahun untuk setiap kalurahan di Kota Yogyakarta. “Subsidi ini dapat digunakan untuk menciptakan lingkungan sosial yang aman dan nyaman sehingga anak muda punya ruang untuk berkreasi,” jelas Afnan.
Singgih menambahkan bahwa pihaknya juga menyiapkan program untuk ekonomi kreatif, khususnya mendorong Jogja sebagai kota kreatif dunia. “Salah satu sub-sektornya adalah Jogja Kota Festival, juga kita dorong ekosistem ayng dihubungkan ke HAKI,” jelas Singgih.
Pasca pemaparan, para hadirin diberi kesempatan untuk mengutarakan uneg-uneg dan gagasannya kepada ketiga pasang bakal calon. Ketiga bakal pasang calon kemudian memberikan respon secara langsung berupa gagasan konkret untuk diterapkan jika terpilih sebagai Walikota dan Wakil Walikota Kota Yogyakarta terkait permasalahan yang telah didiskusikan.

Agenda diakhiri dengan penandatangan komitmen bersama Pilkada damai oleh ketiga pasang bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Kota Yogyakarta. Ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk mewujudkan pemilihan yang damai, adil, dan bermartabat, dengan penuh tanggung jawab terhadap masyarakat dan demokrasi di Kota Yogyakarta.
