Sekilas Pemilihan Umum Federasi Russia 2024
Oleh: Alam Mahadika

Vladimir Putin memenangkan kembali pemilihan umum Federasi Rusia dan menjabat lagi sebagai presiden ke lima. Pemilihan umum yang diselenggarakan tiga hari untuk pertama kalinya dari 15 Maret – 17 Maret 2024.

Gambar Reklama Pemilihan Umum Federasi Russia
Sebelum pemilihan umum banyak yang meyakini Vladimir Putin akan menjadi presiden untuk kelima kalinya, ya tentu saja, entah melalui permainan kediktatoran pemerintah Russia ataupun kecurangan lainnya, dan disisi lain juga misalkan Russia menggunakan demokrasi sempurna, Vladimir Putin tetap memenangkannya, dikarenakan nasionalisme masyarakat Federasi Russia hingga ke presidenannya.
Pada pemilihan umum Federasi Russia ini, selain Vladimir Putin, ada tiga kandidat seperti Leonid Slutsky, seorang konservatif nasionalis, kandidat dari Partai Komunis opoisisi sejati yaitu Nikolai Khartionov, kemudian seorang pengusaha dari Partai Rakyat Baru Vladislav Davankov.
Semua kandidat memiliki visi global tetap memberi dukungan terhadap perang Ukraina. Lucunya, ada calon kandidat musuh bubuyutan Vladimir Putin tewas yang di isukan karena sakit dan dibunuh, isu dibunuh dengan alasan memiliki visi anti – perang.
Hasilnya Vladimir Putin menang telak 87% dari total suara. Hasil ini melebihi rekor pemilihan sebelumnya, Vlaidmir Putin tidak terlalu memikirkan hasil suara berapa, sebab Pemerintah Russia Kremlin secara ketat mengendalikan sistem politik, media hingga berjalannya pemilihan umum, beredar juga video dimana tentara ikut memantau situasi sekitar TPS dan memasuki tempat pemungutan suara serta tidak lupa sambil membawa senapang laras panjang untuk melihat siapa yang dicoblos oleh masyarakat sipil setempat. Hal lain sistem pemungutan suara secara daring (jarak jauh) tersedia untuk pertama kalinya.
Tentara yang terlibat langsung di dalam TPS
Metode berkampanye tidak ada melakukan pawai, lempar – lempar makanan dan baju, tidak menempelkan banner di pohon dan stiker – stiker tembok pagar rumah warga, metode kampanye sangat tertata rapi tetapi sepi beberapa membuat banner digital hingga berkampanye di masing – masing website para kandidat.
Para kandidat menyusun platform terkait visi misi di tiap website mencakup berbagai isu kepentingan negara Russia dan hubungan internasionalnya. Disisi lain platform setiap kandidat oposisi dikendalikan dan dikontrol oleh pemerintah kremlin.
Menangnya Vladimir Putin pasca perhitungan suara menjadi rekor tertingi dala sejarah Russia pasca Soviet, walaupun kemenangan telak Vladimir Putin banyak dikecam tidak demokratis oleh pemerintah yang berlagak demokrasi, namun Vladimir Putin tetap mendapatkan ucapan dari kawan – kawan ditaktor dari China, Korea Utara hingga negara – negara lain.
