Koalisi Gemuk Prabowo – Gibran: Kompleksnya Pembagian Kekuasaan Hingga Pemerintah tanpa Oposisi (lagi)

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menjadi Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusung paling banyak partai Politik. Ada terdapat Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, Gelora, PSI hingga PBB. Gemuknya koalisi ini juga banyak disorot pada Pra-Pemilu, walaupun pada akhirnya koalisi ini berhasil memenangkan Pilpres satu putaran sesuai dengan target mereka.

Pasangan Prabowo – Gibran dikabarkan berupaya merangkul rival politiknya di luar koalisi, terbaru Prabowo menemui Ketua Umum Nasdemi, Surya Paloh pada Jumat (22/3) lalu.

Perlu diingat, Nasdem merupakan partai yang pertama kali mengusung Anies Baswedan sebagai capres. Anies akhirnya maju berkat dukungan dari Nasdem, PKB, dan PKS. Meski demikian, posisi politik Nasdem yang berseberangan itu rupanya tak menghalangi niat Prabowo untuk menemui mereka.

Pada pertemuan itu, Prabowo Subianto mengaku sudah menawarkan kepada Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh untuk bergabung di Koalisi Indonesia Maju (KIM).

Dalam waktu dekat, dikabarkan bahwa Prabowo juga akan menemui PPP, yang merupakan partai pengusung Ganjar-Mahfud.

Beberapa hari keputusan kemenangan Prabowo Gibran terbit, Partai koalisi pun sudah berlomba meminta kursi menteri Misalnya saja Golkar yang meminta lima kursi Menteri. Sedangkan PAN juga ikut menyodorkan empat nama kadernya sebagai menteri.

Manuver penggemukan koalisi oleh Prabowo-Gibran ini akan berujung pada kompleksitas bagi-bagi kekuasaan, yang pada ujungnya nanti eksekutif akan berjalan tanpa oposisi dan akan tanpa kontrol parlemen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *