Membaca Buku di Era Digital: Masihkah Relevan?

Oleh: Savira Dwi Aryanti Sejak satu dekade terakhir, gadget telah merata di berbagai pelosok negeri. Penggunanya tidak hanya kalangan dewasa, tetapi juga anak-anak dan remaja. Menurut teori ekonomi klasik, gadget termasuk kebutuhan tersier—artinya sekadar pelengkap gaya hidup. Namun seiring kemajuan teknologi, gadget kini berubah menjadi kebutuhan sekunder, bahkan bisa jadi primer. Perubahan ini dipengaruhi oleh…

Read More

Kekuasaan, Kesejahteraan, dan Krisis Demokrasi: Membaca Ulang Kontrak Sosial Indonesia

Oleh: Ibrayoga Rizki Perdana (Mahasiswa S2 Politik dan Pemerintahan UGM) Ketika ribuan orang kembali memenuhi jalanan, membawa spanduk dan suara yang tak kunjung didengar, kita tidak sedang menyaksikan keributan. Kita sedang menyaksikan rakyat yang menagih janji. Janji bahwa negara akan melindungi, menyejahterakan, dan mendengarkan. Janji yang tertulis dalam konstitusi, namun kian kabur dalam praktik. Demonstrasi…

Read More

Di Balik Bayang-Bayang Feodalisme

Oleh: Evan Ziggy Saverio (Siswa SMAS Mutiara Bunda Kota Bandung) Praktik feodalisme masih sangat akrab dalam dinamika kehidupan sosial-politik Indonesia, meskipun negara telah lama menganut sistem pemerintahan yang kekuasaan tertingginya berada di tangan rakyat dan dilaksanakan secara langsung atau melalui perwakilan yang dipilih oleh rakyat. Budaya pengagungan suatu jabatan, loyalitas buta terhadap tokoh tertentu, dan…

Read More

Ekonomi Hijau: Jalan Tengah Menuju Kemakmuran dan Keberlanjutan

Oleh: Hilma Fanniar Rohman (Direktur Eksekutif Pusat Studi Kebijakan Publik Universitas Ahmad Dahlan) Krisis iklim, kerusakan lingkungan, dan ketimpangan sosial-ekonomi bukan lagi sekadar ancaman masa depan. Mereka adalah kenyataan yang kini kita hadapi bersama. Model pembangunan ekonomi yang selama ini dominan berbasis pada eksploitasi sumber daya alam secara masif demi pertumbuhan telah menghasilkan berbagai paradoks:…

Read More

Affan, Pekerja Informal dan Problematika Kota

Oleh: Martin Dennise Silaban (Mahasiswa Magister Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, UGM & Peneliti di SHEEP Indonesia Institute) Kamis, 28 Agustus 2025, Jakarta menyaksikan sebuah tragedi yang menelanjangi wajah negara. Seorang pengemudi ojek online tewas dilindas kendaraan taktis Barracuda milik Brimob Polda Metro Jaya saat aparat membubarkan demonstrasi yang menuntut pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)….

Read More

Guru: Satu Profesi Sejuta Peran

Oleh: Insan Faisal Ibrahim, S.Pd (Guru di MIS Ar-Raudhotun Nur Bayongbong Garut) Di tengah derasnya arus perubahan zaman dan modernisasi sistem pendidikan, masih banyak orang yang memandang profesi guru hanya dari satu sisi: mengajar di depan kelas, menyampaikan materi, lalu pulang. Seakan-akan pekerjaan guru hanyalah berdiri di depan murid sambil menuliskan rumus, menjelaskan teori, dan…

Read More

Dari Bouazizi ke Affan: Arab Spring dan Reset Indonesia, Akankah Sejarah Berulang? 

Oleh: Muhammad Al-Fatih  (Mahasiswa Hubungan Internasional UMY) Rentetan sejarah tampaknya akan segera terulang. Pertanyaannya, apakah  akhirnya akan persis sama seperti dahulu atau justru berbeda?. Jawabannya sangat  bergantung pada bagaimana para pengambil kebijakan mampu memanajemen krisis  politik yang sedang terjadi di Indonesia hari ini.  Peristiwa 28 Agustus 2025 menjadi tragedi yang memilukan sekaligus  pemantik kemarahan. Ia lahir…

Read More

Antara Kapital, Meme, dan TikTok

Oleh: T.H. Hari Sucahyo Di sudut-sudut wacana kontemporer, tersaji ketegangan menarik antara dua kutub intelektual yang sama-sama berbicara atas nama “rakyat”—namun dengan pendekatan berbeda. Di satu sisi, intelektual kiri tetap setia pada analisis Marxis ortodoks, membawa semangat pembebasan proletariat dan kritik pada kapitalisme. Di sisi lain, muncul gelombang baru analisis sosial dari dunia postmodern, yang…

Read More

Krisis Sunyi Kelas Menengah Indonesia

Oleh: Ibrayoga Rizki Perdana (Mahasiswa Magister Politik dan Pemerintahan UGM) Jutaan keluarga kelas menengah Indonesia, mulai dari pegawai swasta, aparatur sipil negara, hingga pelaku UMKM, menjadi tulang punggung negara. Mereka membayar pajak, menggerakkan konsumsi, dan menopang birokrasi. Namun di balik peran vital itu, mereka hidup dalam kecemasan finansial dan merasa diabaikan. Ini adalah bom waktu…

Read More

Ramai – Ramai Menjadi Double Job: Kekurangan Ahli atau Kelebihan Kekuasaan?

Oleh: Muhamad Fikri Asy’ari Di tengah sulitnya masyarakat mendapatkan pekerjaan akibat terbatasnya lapangan pekerjaan, publik dikejutkan oleh fenomena pejabat pemerintahan yang justru ramai – ramai merangkap jabatan sebagai komisaris di perusahaan BUMN. Tercatat, sebanyak 30 wakil menteri (wamen) dalam pemerintahan Prabowo Subianto merangkap jabatan di sejumlah BUMN maupun anak perusahaannya. Fenomena ini memicu kritik dan…

Read More