[Telaah Kebijakan] – Krisis Lapangan Kerja Kaum Muda

Indonesia berpeluang besar mencapai visi Indonesia Emas 2045 dengan proyeksi PDB mencapai US$8,89 triliun dan pendapatan per kapita US$30.300. Bonus demografi, di mana mayoritas penduduk berada pada usia produktif (15–64 tahun), menjadi modal utama. Namun, peluang ini terancam gagal jika pemerintah tidak segera menanggulangi krisis lapangan kerja, khususnya bagi kaum muda.
Situasi dan Tantangan Utama:
- Pengangguran terbuka mencapai 7,28 juta orang, dengan tingkat tertinggi pada kelompok usia muda 15–24 tahun (16,16%).
- Setiap tahun, hanya 3,59 juta lapangan kerja baru tersedia, sementara angkatan kerja bertambah jauh lebih besar, menciptakan defisit sekitar 3,69 juta orang.
- Perkembangan AI membawa peluang efisiensi, tetapi juga ancaman otomatisasi dan PHK pada pekerjaan rutin.
- Rasio kewirausahaan rendah (3,57%), meski minat anak muda tinggi.
- Dominasi sektor informal (57,95%) menekan produktivitas, penerimaan pajak, dan memperlebar ketimpangan.
- Mismatch kualifikasi menciptakan pengangguran terselubung, khususnya bagi lulusan tinggi yang merasa overqualified.
- Kebijakan efisiensi anggaran menekan stimulus fiskal dan daya beli, sehingga memperlambat pertumbuhan lapangan kerja baru.
Implikasi:
Tanpa intervensi cepat, Indonesia berisiko mengalami kegagalan bonus demografi, seperti yang dialami Afrika Selatan dan Brasil, alih-alih mengikuti jejak sukses Jepang, Korea Selatan, dan Singapura.
Rekomendasi Kebijakan Kunci:
- Penguatan keterampilan kerja dan adaptasi teknologi, termasuk pelatihan AI di desa dan kota.
- Peningkatan rasio kewirausahaan melalui infrastruktur usaha, akses modal, dan dukungan UMKM naik kelas.
- Mengurangi mismatch pendidikan dan kebutuhan industri dengan kurikulum terintegrasi dan riset pasar kerja.
- Reformasi proses rekrutmen: transparan, digital, sederhana, dan berpayung hukum tegas tanpa diskriminasi.
- Penguatan sektor formal dengan target minimal 50% tenaga kerja formal untuk menyeimbangi dominasi sektor informal
Unduh kajian selengkapnya:
Pengarah :
- Moch Edward Trias Pahlevi
Editor dan Kurator :
- Muhammad Iqbal Khatami
Peneliti :
- Muhamad Fikri Asy’ari
- Karen Rianika Tanuwijaya
- Raihan Aditya Ramadhan
