Hadir di GerakDampak Academy 2026, Founder Muda Bicara ID Soroti Tantangan Kebebasan Berekspresi Orang Muda

Ruang kebebasan berekspresi dan berpendapat di ranah digital bagi orang muda Indonesia masih menghadapi tantangan serius. Isu ini menjadi sorotan utama yang dibawakan oleh Peneliti KISP sekaligus Founder Muda Bicara ID, Muhammad Iqbal Khatami, dalam sesi Ask Me Anything (AMA) pada program GerakDampak Academy 2026.

Program yang diinisiasi oleh Indika Foundation ini diselenggarakan secara daring pada Jumat, 22 Mei 2026. Sesi ini mempertemukan narasumber ahli dengan 200 orang muda terpilih berusia 18 hingga 25 tahun dari berbagai wilayah di Indonesia, yang aktif di organisasi dan komunitas masing-masing.

Dalam paparannya, Iqbal Khatami membedah kondisi riil kebebasan berekspresi di era digital saat ini.

Ancaman Represi Digital dan Intimidasi Sosial

Iqbal memaparkan bahwa saat ini skor kebebasan internet di Indonesia berada di angka 48/100, turun dari tahun sebelumnya yang berada di skor 49/100. Angka ini menandakan bahwa internet di Indonesia masih berstatus ‘sebagian bebas’, dengan adanya batasan yang signifikan pada kebebasan konten dan hak pengguna.

Lebih lanjut, Iqbal menyoroti kondisi psikologis dan sosial generasi muda dalam menyuarakan pendapatnya.

“Kekhawatiran terbesar generasi muda saat ini bukan hanya berkaitan dengan risiko fisik atau hukum, tetapi juga tekanan sosial dan dampak jangka panjang terhadap kehidupan atau kariernya,” ungkap Iqbal.

Hal tersebut sejalan dengan temuan Data Survei Nasional Muda Bicara ID Q2 2025, yang menunjukkan bahwa 4 dari 10 responden mengaku pernah diintimidasi akibat mengutarakan pendapat. Faktor keamanan dan penerimaan sosial ini sangat memengaruhi minat generasi muda untuk terlibat dalam aktivisme atau sekadar bersuara di ruang publik.

Pendidikan Politik Sebagai Solusi Fundamental

Dalam menghadapi tantangan tersebut, Iqbal menekankan bahwa advokasi dan regulasi saja tidak cukup. Akar terdalam dari masalah pembungkaman ini adalah masih banyaknya warga yang tidak mengetahui bahwa mereka memiliki hak yang dilindungi.

Sebagai solusi fundamental, Iqbal menceritakan bahwa KISP dan Muda Bicara ID terus mendorong Pendidikan Politik.

  • Bukan Sekadar Memilih Partai: Pendidikan politik harus dimaknai sebagai upaya memahami relasi antara warga dengan kekuasaan.
  • Infrastruktur Demokrasi: Pendidikan politik adalah infrastruktur yang paling fundamental; ketika warga melek terhadap haknya, mereka tidak akan mudah diintimidasi, dimanipulasi, atau dibungkam.

Beragam inisiatif telah dilakukan oleh KISP dan Muda Bicara ID untuk merespons hal ini, di antaranya melalui program Parlemen Pelajar, Healing Demokrasi, Desa Anti Politik Uang, hingga Akademi Politik dan Kebijakan. Program-program ini juga secara khusus menggandeng kelompok rentan seperti difabel, penghayat kepercayaan, kelompok perempuan, dan masyarakat desa sebagai mitra utama.

Langkah Memulai Perubahan

Bagi para “Sobat Perdamaian”—sebutan untuk partisipan GerakDampak Academy—Iqbal memberikan tips konkret tentang bagaimana merancang aksi nyata:

  1. Mulai dari Diri Sendiri: Kenali hak-hak dasar, bekali diri dengan pengetahuan, dan perdalam isu yang menjadi keresahan pribadi.
  2. Mulai dari Lingkaran Kecil: Gerakan tidak harus langsung masif. Bisa diawali dari teman kelas, teman nongkrong, atau komunitas di kampus.
  3. Petakan Isu dan Sumber Daya: Tentukan fokus dan gunakan analisis SWOT untuk memetakan kekuatan serta peluang yang dimiliki.
  4. Cari Rekanan Kolaborasi: Utamakan kolaborasi alih-alih persaingan untuk memperkuat jangkauan gerakan.

“Perubahan besar selalu dimulai dari aksi kecil yang konsisten. Tidak perlu sempurna, yang penting mulai!” tutup Iqbal, memberikan semangat kepada para peserta.

Diharapkan melalui kegiatan GerakDampak Academy ini, orang muda dapat memiliki kapasitas untuk mencari informasi, mengemas pesan dengan baik, serta mengamplifikasi isu-isu penting demi terciptanya komunitas global yang lebih harmonis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *