Meski Terjangkau, Mengapa Gaya Hidup Sehat Sulit Dicapai?
Kontributor: Yasmin Najla Alfarisi

Di era kini, menjalani gaya hidup sehat terasa seperti suatu privilege, padahal itu adalah hak setiap orang. Banyak yang mengimpikan bisa jogging pagi di bawah pohon rindang, berolahraga di gym, atau menikmati salad segar setiap hari. Namun, hal-hal ini seakan sulit diwujudkan di tengah hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari.
Lingkungan yang mendukung adalah kunci dari gaya hidup sehat, namun sayangnya infrastruktur Indonesia masih kurang mendukung. Banyak trotoar rusak dan digunakan pedagang kaki lima (PKL) atau sebagai tempat parkir. Selain itu, kualitas udara yang buruk menjadikan aktivitas luar ruangan semakin menantang. Indonesia, berdasarkan IQAir 2023, menduduki peringkat ke-15 negara dengan kualitas udara terburuk di dunia, akibat polusi kendaraan bermotor, asap rokok, hingga pembakaran sampah.
Akses mudah ke makanan tidak sehat, seperti fast food, turut memperburuk situasi. Makanan yang kaya garam, gula, dan penyedap rasa mudah ditemukan, sementara makanan sehat sering kali mahal dan dianggap eksklusif. Ditambah lagi, dengan perkembangan teknologi yang memungkinkan kegiatan dilakukan secara online, banyak orang menjadi lebih malas bergerak dan kurang beraktivitas fisik, sementara kelelahan digital juga semakin meningkat.
Dampaknya cukup besar. Survei Kesehatan Indonesia (2023) menunjukkan bahwa 30,8% penduduk usia 15 tahun ke atas menderita hipertensi, dan 11,7% mengalami diabetes. Masalah kesehatan mental juga mencuat, dengan 5,5% remaja Indonesia mengalami depresi akibat tekanan akademik, ketidakpastian karir, dan masalah finansial.
Tantangan-tantangan ini menunjukkan bahwa gaya hidup sehat belum sepenuhnya dapat diakses oleh semua orang di Indonesia. Diperlukan dukungan dan motivasi dari lingkungan sekitar untuk mengubahnya.
Sebagai generasi muda, kita bisa memulai gaya hidup sehat dari hal-hal kecil. Mulailah bergerak setiap hari, atur penggunaan gadget, pilih makanan bergizi seimbang, dan prioritaskan kesehatan mental. Yang terpenting, suarakan keinginan akan udara yang lebih bersih, trotoar yang layak, ruang bebas asap rokok, dan lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat.
Hidup sehat bukanlah kemewahan, melainkan hak setiap orang. Mari bersama-sama memperjuangkan lingkungan yang sehat dan dapat diakses oleh semua orang.
