Muda Bicara ID dan KISP Dorong Integrasi Pendidikan STEM dengan Pancasila untuk Perkuat Karakter Pemuda

Agenda Forum Rembuk Muda KISP bersama Muda Bicara ID

Yogyakarta – Komite Independen Sadar Pemilu (KISP) dan Muda Bicara ID menggelar diskusi Forum Rembuk Muda bertema “Mendorong Kebijakan Untuk Memperkuat Karakter Muda Melalui Pendidikan STEM Berbasis Prinsip Pancasila” pada Sabtu (3/5) di Kopi TAKO Yogyakarta.

Acara ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai komunitas muda di Daerah Istimewa Yogyakarta. Forum dibuka oleh Sekretaris Jenderal KISP, Azka Abdi Amrurobbi, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya mengarusutamakan pendidikan STEM di kalangan generasi muda. “Forum Rembuk Muda ini menjadi momentum untuk mendorong penerapan pendidikan STEM yang tidak hanya berbasis teknologi dan sains, tetapi juga berakar pada nilai-nilai Pancasila,” ujar Azka.

Membangun Generasi yang Berkarakter melalui STEM

Dalam agenda ini, narasumber Sifa Lutfiyani Atiqoh yang merupakan Tenaga Ahli Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), mengungkapkan bahwa pendidikan adalah amanat Konstitusi yang berfungsi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Pendidikan yang berkualitas adalah hak setiap warga negara, dan hal ini tercermin dalam berbagai regulasi pemerintah melalui kemendikdasmen saat ini yang mengatur sistem pendidikan nasional,” ujar Sifa. Ia juga menambahkan bahwa pendidikan adalah bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Sifa juga membahas pentingnya pendidikan STEM yang kini berkembang pesat secara global dan menjadi salah satu fokus Kemendikdasmen. Sifa menekankan bahwa STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) adalah pendekatan pembelajaran interdisipliner yang mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika.

“Pendidikan STEM tidak hanya mengajarkan pengetahuan teknologi, tetapi juga harus mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap proses pembelajarannya,” jelas Sifa.

Menurutnya, pendidikan STEM berbasis Pancasila penting untuk digagas, bertujuan untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas dalam teknologi, tetapi juga memiliki karakter, berakhlak, dan mencintai tanah air. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip Pancasila—nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial—dalam pembelajaran STEM, diharapkan dapat menghasilkan inovator yang berakar kuat pada budaya dan nilai-nilai luhur bangsa.

Sebagai penutupan forum, Founder Muda Bicara ID Muhammad Iqbal Khatami selaku pemandu acara, menegaskan pentingnya pendidikan yang tidak hanya berfokus pada penguasaan teknologi dan sains, tetapi juga membangun karakter dan rasa tanggung jawab pada generasi muda. “Hadirnya komunitas muda yang memiliki program dan bersentuhan langsung dengan masyarakat saat ini, berperan penting untuk mendukung implementasi STEM untuk membentuk pola pikir khususnya kelompok muda,” kata Iqbal.

Forum Rembuk Muda ini berhasil menggali lebih dalam mengenai urgensi penerapan pendidikan STEM yang berbasis Pancasila, melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama para perwakilan komunitas muda. Selain itu, kesimpulan bersama pada agenda ini adalah mengingatkan kita akan pentingnya menciptakan generasi muda yang cerdas secara intelektual dan teknologi, namun tetap berakar pada nilai-nilai kebangsaan yang luhur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *