Persoalan Gender dan Kemanusiaan: Menyoal Pernyataan Menteri PPPA

Oleh: Musyafa Syamil Arroyan (Mahasiswa S2 Double Degree Universitas Islam Internasional Indonesia) Kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/04) yang menyebabkan korban jiwa serta puluhan luka-luka merupakan tragedi yang menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Insiden ini diduga berawal dari kecelakaan di perlintasan sebidang JPL 85 yang melibatkan kendaraan dan KRL, yang…

Read More

Fintech Viral dan Kecemasan Baru: Antara Janji Inovasi dan Ilusi Kemudahan

Oleh: Vinsensius, S.Fil., M.M. (Dosen Akademi Keuangan dan Perbankan Grha Arta Khatulistiwa Pontianak) Di era ketika layar ponsel menjadi ruang hidup kedua manusia muda, kehadiran fintech—financial technology—tidak sekadar fenomena teknologi, tetapi juga gejala sosial dan bahkan pertanyaan filsafat: “Apa arti kebebasan finansial ketika semua keputusan ekonomi kita dimediasi oleh aplikasi?” Pertanyaan ini mengemuka kembali setelah…

Read More

Perempuan dan Urutan Surat Suara: Representasi Palsu oleh Partai Politik

Oleh: Raihan Aditya Ramadhan & Jovanca Rama Alia (Mahasiswa Hubungan Internasional UPN “Veteran” Yogyakarta) Pemberdayaan perempuan dalam kancah politik merupakan salah satu upaya untuk memberikan kesetaraan gender dalam badan pemerintahan di Indonesia. Dalam Pasal 28D Ayat (3) yang bunyinya “Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan” (Hardjaloka, 2012). Hal tersebut mengindikasikan bahwa…

Read More

Refleksi Hari Buruh: Gen Z di Jalan Terjal Krisis Ketenagakerjaan

oleh: Muhammad Iqbal Khatami (Pimred/Founder Muda Bicara ID)  Jalan menuju visi Indonesia Emas 2045 nampaknya semakin terjal jika melihat tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks. Di atas jalan ini, melangkah jutaan kaki Generasi Z—kelompok demografis yang jumlahnya mencakup 28% dari total populasi, dan mayoritas adalah angkatan kerja. Tidak hanya itu, Gen Z sebagai digital native, yang…

Read More

Ironi Konflik Diam di Sekolah

Oleh: Sintiya Rahwani (Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara) Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, yang mana generasi muda justru dikenal sebagai kelompok yang paling vokal dan sering dalam menyuarakan pendapatnya terutama di media sosial. Namun, ironi muncul ketika keberanian tersebut tidak tercermin dalam kehidupan nyata, khususnya di lingkungan sekolah. Banyak siswa memilih diam saat…

Read More

Luka Ekosistem Pendidikan Islam: Kritik Atas Tes Kompetensi Akademik (TKA)

Oleh: Rio Estetika Kebijakan asesmen pendidikan Indonesia kembali memantik kegelisahan pada relung pembelajaran kami. Tes Kemampuan Akademik (TKA)  menjadi model instrumen baru yang diprakarsai oleh Kemendikdasmen (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah), telah menyulut  kegalauan tentang arah masa depan karakter anak didik sebagai pewaris dan pelangsung bangsa. Kami guru sekolah dasar Islam, menyoroti TKA bukan semata…

Read More

Mengapa Kepercayaan Non-Ilmiah Bertahan di Tengah Masyarakat Religius? 

Oleh: Odie Adelia Cantika (Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya) Pernah nggak sih kamu melihat fenomena masyarakat yang lebih percaya “kata orang pintar” daripada kata dokter? Atau mengikuti suatu ajaran tanpa benar-benar memahami dasarnya, hanya karena dikaitkan dengan agama dan diikuti oleh banyak orang?. Tentu, ada dan masih sangat banyak. Tapi kenapa ya, di era yang sudah modern…

Read More

Usainya Lebaran dan Aceh Sumatera yang Belum Kunjung Selesai

Oleh: Muhammad Khairu Rahman (Mahasiswa HTN UIN Antasari Banjarmasin) Lebaran Idulfitri 2026 sudah lewat. Masyarakat kembali ke rutinitas mereka. Namun, di Aceh dan Sumatera Utara, suasana Lebaran justru jadi ajang refleksi sosial. Ada tantangan besar yang masih dihadapi dalam pemulihan pascabencana. Banjir dan longsor akhir 2025 dampaknya masih terasa sampai awal 2026. Pemerintah, khususnya Presiden…

Read More

Indonesia, Iran, dan Tantangan Keketuaan D-8

Oleh: Adif Rachmat Nugraha (Mahasiswa Magister MKP UGM) Pada akhir Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran. Serangan tersebut tak hanya memporak-porandakan infrastruktur sipil dan militer Iran, tetapi juga turut membunuh Ali Khamenei, pemimpin Iran sebagai negara berdaulat, beserta jajaran kepemimpinan puncak Iran lainnya.  Serangan itu datang persis di tengah periode…

Read More