Indonesia Pasca Reformasi 1998

Oleh: Muhammad Taufik Ridho (Research Intern Muda Bicara ID) Sejak kemerdekaan diproklamirkan pada 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia terus menghadapi berbagai lika-liku perjalanan yang tidak mudah. Pada masa kepemimpinan Bung Karno, gejolak dari dalam dan luar negeri mewarnai perjalanan bangsa yang kemerdekaannya baru seumur jagung ini. Puncaknya adalah peristiwa 30 September 1965 yang menandai akhir…

Read More

Kontrasepsi Bukan Hanya Urusan Perempuan, Laki-laki Juga Harus Berperan!

Oleh: Khairunisa Putri (Mahasiswi Ilmu Politik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta) Di Indonesia, perencanaan keluarga dan pemilihan metode pencegahan kehamilan masih kerap dianggap sebagai domain eksklusif perempuan (Kompas, 2022). Sebagai bagian dari keputusan reproduksi, seharusnya perencanaan ini melibatkan pertimbangan bersama pasangan, mengingat dampaknya terhadap kesehatan, ekonomi, dan dinamika rumah tangga. Data dari Badan Kependudukan dan…

Read More

Pelecehan Seksual oleh Tenaga Medis: Urgensi Reformasi Sistem Kesehatan Indonesia

Oleh: Jihannisa Aurellia Kasus pelecehan seksual oleh tenaga medis kembali mencuat ke permukaan, menambah daftar panjang tragedi kekerasan seksual di Indonesia. Profesi dokter dan tenaga kesehatan, yang selama ini dipandang sebagai pilar kepercayaan dan perlindungan, kini menghadapi krisis kredibilitas akibat ulah segelintir oknum yang menyalahgunakan posisi dan otoritasnya. Insiden di Garut, Bandung, dan Malang baru-baru…

Read More

Attack on Titan dan Maskulinitas Perempuan: Cermin Perubahan Sosial

Oleh: Mutia Anselbareq Rahman Attack on Titan bukan sekadar fenomena anime global saja, tetapi juga menandai perubahan sosial dalam representasi gender. Di balik popularitasnya yang mendunia, Attack on Titan menyajikan sesuatu yang jarang ditemui dalam anime shounen tradisional, yaitu maskulinitas pada tokoh perempuan. Konsep Maskulinitas Perempuan Menurut Halberstam Konsep female masculinity atau maskulinitas perempuan, diperkenalkan…

Read More

Makna Menikmati Masa Muda di Balik Cheers to Youth

Oleh: Annisa Rahayuningtyas Cheers to Youth merupakan salah satu lagu karya SEVENTEEN yang dirilis dalam album 17 Is Right Here pada tahun 2024. Inspirasi di balik lagu ini datang dari salah satu anggota SEVENTEEN, yaitu Hoshi. Saat konser, Hoshi pernah menceritakan bahwa rekan-rekan satu grupnya sering menganggap dia terlalu bersemangat dalam menghadapi berbagai hal. Menanggapi…

Read More

Krisis Pembangunan Orde Baru dan Warisan Historisnya

Oleh: Cusdiawan (Direktur Eksekutif Center for Indonesian Governance and Development Policy) Buku Gagalnya Pembangunan: Membaca Ulang Keruntuhan Orde Baru (2012) yang ditulis oleh Andrinof Chaniago, seorang Dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia, merupakan referensi penting dalam memahami akar keruntuhan Orde Baru. Keunggulan utama buku ini terletak pada data empiris yang kaya dan penyajiannya yang komprehensif. Sebelum…

Read More

Ketika Bansos Disyaratkan Vasektomi: Negara Tak Boleh Mengatur Tubuh Warganya

Oleh: Fatia Salma Fiddaroyni Wacana Dedi Mulyadi tentang mewajibkan vasektomi bagi warga miskin penerima bantuan sosial (bansos) telah memantik kontroversi publik. Meskipun tujuannya mungkin berangkat dari kepedulian terhadap kepadatan penduduk dan lingkaran kemiskinan, pendekatan ini membuka peluang pelanggaran hak asasi manusia dan diskriminasi terhadap kelompok masyarakat paling rentan. Gagasan ini sebenarnya bukanlah hal baru. Dunia…

Read More

Kill the Messenger: Cara Mudah Mematikan Demokrasi

Oleh: Mohammad Bachrul Falah Sejarah militerisme dan otoriterisme beberapa dekade lalu meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Demokrasi era Orde Baru hanya sebatas papan iklan untuk mempromosikan sumber daya. Syukurnya, 27 tahun lalu, jeruji otoriterisme telah terlepas. Revolusi dimulai, rakyat merdeka, demokrasi pun dinanti kejayaannya. Namun, mimpi itu kini sulit diwujudkan. RUU TNI menjadi ranjau…

Read More

Sang Pendekar Kebhinekaan dengan Kesederhanaan

Oleh: Muhammad Nabil Alfarizi (Ketua Umum PC IMM Jakarta Pusat) Sore itu, saya diundang untuk hadir di acara Satu Meja The Forum oleh Sukidi—seorang intelektual publik yang konsisten mengangkat isu-isu kebangsaan, kebhinekaan, dan nilai-nilai moral dalam kehidupan berbangsa. Di forum itu, beliau tampil sebagai narasumber dengan tutur yang jernih, tenang, dan menyentuh akar persoalan secara…

Read More

Titik Kritis Otonomi Daerah

Oleh: Martin Dennise Silaban (Peneliti di SHEEP Indonesia Institute & Mahasiswa Magister Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan, UGM) Seperti burung yang diberi sangkar mewah, tapi tak pernah diizinkan terbang. Otonomi daerah di Indonesia hari ini tampil megah dalam perayaan, tapi lumpuh dalam praktik. Hari ini, kita melihat kecenderungan negara melakukan redefinisi otoritas (authoritative redefinition) dimana…

Read More